HALLO TANGSEL – Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan sepakat mengeluarkan pernyataan sikap. Hal ini terkait permainan capit boneka yang disinyalir sebagai ajang perjudian.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangsel Abdullah Mas’ud mengatakan, permainan capit boneka tengah ramai jadi pemberitaan.

Hal ini setelah banyaknya ulama di berbagai daerah yang mengharamkan permainan tersebut.

Ia menjelaskan, hasil kajian bersama tim Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Tangsel dan sejumlah pesantren di Jabodetabek menganggap permainan capit boneka haram.

“Hukum bermain wahana capit dengan mesin atau claw machine adalah haram.”

“Ini dikarenakan permainan itu mengandung unsur spekulasi atau ma’nal qimar,” ujarnya kepada, Senin 25 September 2022.

Mas’ud menyebut, dalam sistem permainan tersebut, tidak ada akad tawar-menawar dalam transaksinya.

“Tidak bisa di-akadi ijaroh. Karena spirit dalam permainan tersebut adalah mendapatkan boneka, bukan menyewa fasilitas,” terangnya.

PCNU Tangsel pun, lanjutnya, meminta agar Pemkot Tangsel turun tangan menertibkan mesin permainan capit boneka.

“Pemerintah wajib menertibkan dan memberikan edukasi pada masyarakat terkait transaksi bisnis yang tidak merugikan salah satu pihak,” pintanya.

Sebagaimana diketahui, dalam permainan capit bola para pemainnya diminta memasukkan uang koin ke dalam kotak yang tersedia dalam mesin.

Setelah itu,  mereka berupaya untuk mendapatkan boneka dengan alat capit mesin.

Jika beruntung, pemain bisa mendapatkan boneka yang biasanya harganya lebih mahal dari koin yang dimasukkan ke dalam mesin. Tapi jika gagal, maka mereka akan merugi.***