Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution. (Twitter.com/@syahrial_nst)


HALLO TANGSEL – Pembangunan megaproyek kereta cepat rute Jakarta – Bandung dianggap proyek sakit yang akan menguras Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sebab kelanjutan pembangunan proyek tersebut mendapat kucuran segar dari APBN melalui

Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT. KAI.

Adapun penggunaan instrumen APBN yang disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93/2021.

Perpes tersebut dinilai bertujuan untuk memastikan penyelesaian proyek pembangunan kereta cepat Jakarta–Bandung sesuai target, yakni pada 2022.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution menyinggung pernyataan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di media Hallo.id dalam artikel Kereta Cepat Jakarta – Bandung Dianggap Proyek Sakit yang Kuras APBN