HALLO TANGSEL – Pernyataan langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto perihal dorongan terbentuknya koalisi tunggal dinilai sebagai hal yang wajar.

Menurut pengamat politik dan pendiri Indonesia Political Power, Ikhwan Arif mengatakan sangat wajar ketika Sekjen PDIP Hasto Kristianto mengatakan PDIP mendorong terbentuknya koalisi tunggal.

“Jika dilihat partai koalisi pendukung pemerintah sudah membentuk koalisi baru, PDIP masih sibuk konsolidasi internal, sehingga wajar PDIP unjuk gigi,” ungkap Ikhwan.

Ikhwan Arif menilai untuk saat ini PDIP mencari momen yang tepat untuk mendeklarasikan capres dan cawapres.

Bahkan diprediksikan akan ada partai koalisi yang bergabung dan nempel ke koalisi tunggal ini.

“Dorongan agar terbentuknya koalisi tunggal ini disebabkan oleh posisi PDIP saat ini sebagai partai penguasa eksekutif.”

“PDIP dinilai seolah-olah lebih fokus menyelesaikan periode kedua Presiden Jokowi, disaat partai lain sibuk berkoalisi.”

“Bahkan jika PDIP mendeklarasikan capres, akan ada koalisi yang tergerus dan bergabung ke koalisi tunggal ini” kata Ikhwan.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri terkait pembentukan koalisi tunggal.

Pernyataan yang disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sudah sewajarnya.

Berdasarkan aturan Presidential Threshold PDIP sangat diuntungkan sebagai partai tunggal yang memenuhi persyaratan untuk mengusung capres dan cawapres.

“Menurut saya sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait dorongan terbentuknya koalisi tunggal.”

“Disamping itu, PDIP mempunyai dua kader potensial yang diprediksikan maju di Pilpres 2024 yaitu Ganjar Pranowo dan Puan Maharani” ungkap Ikhwan.

“Jika dilihat penyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebenarnya tidak bermaksud untuk menutup diri, untuk tidak menerima koalisi lain, akan tetapi lebih cenderung kepada keinginan PDIP untuk mengusung capres dan cawapres dari internal partai sendiri.”

“Sehingga akan ada partai koalisi lain bergabung ke koalisi tunggal ini, terutama partai yang sampai saat ini belum menentukan nama-nama calon yang akan mereka usung di Pilpres 2024,” imbuhnya.***